Langsung ke konten utama

Postingan

Rental Sepeda Online Sudah Populer Di Tiongkok

Tiongkok sangat dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem transportasi umum yang baik. Masyarakat selain menggunakan layanan MRT dan bus umum untuk melakukan perjalanan sehari-hari. Tiongkok juga memiliki sistem transportasi ramah lingkungan yaitu sistem rental sepeda online yang dapat mempersingkat waktu perjalanan dari halte angkutan umum ke tempat tujuan. Ketika tim Metro TV berkelana di kota Shanghai, Tiongkok, kami menemukan banyak sekali sepeda-sepeda berwarna mencolok dengan beberapa QR Code tercetak di bodi sepeda. Ternyata, sepeda-sepeda ini adalah suatu sistem sepeda rental dalam kota. Dalam sistem kunci pintar sepeda ini, sudah terpasang GPS dan modul komunikasi yang memungkinkan pengguna untuk melacak keberadaan sepeda.

Astro-Bike adalah Investasi Terbaik yang dapat Mendongkrak Jumlah Wisatawan di Kota Anda

Sudah umum dipahami bahwa kegiatan bersepeda memiliki potensi fungsi dan manfaat langsung bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Mengendari sepeda, selain murah, juga banyak disukai masyarakat karena lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara maupun polusi suara. Berkembangnya kesadaran masyarakat saat ini akan dampak perubahan iklim, ternyata sedikit banyak telah memicu kembali minat akan bersepeda. Selain kebugaran, menikmati pemandangan alam dengan menggunakan sepeda adalah hal yang sangat menyenangkan, terutama bagi para wisatawan lokal, maupun internasional.

Jatnika Naggamiharja, pengrajin sepeda bambu kelahiran Sumedang

Hidup Jatnika Naggamiharja, pria kelahiran Sumedang, Jawa Barat ini seolah tak terpisahkan dari tanaman bambu. Setelah sukses dengan karya rumah bambu, lelaki berusia 58 tahun ini, kini menciptakan sepeda yang terbuat dari Bambu. Di kediamannya di Sukahati, Cibinong, Bogor, Jatnika mewujudkan karyanya itu. Naggamiharja, perajin sepeda bambu , “Nah kali ini saya ada satu tantangan dari SMK Indonesia, sebetulnya sepeda itu didahului dari luar. Membuat sepeda itu dari Perancis. Setelah Perancis dan Belgia, sebetulnya hampir di luar lah, padahal Perancis enggak punya bambu.

Jatnika, salah seorang maestro bambu asal Cibinong, Bogor, Jawa Barat

Jatnika, salah seorang maestro bambu asal Cibinong, Bogor, Jawa Barat, mendapatkan inspirasi baru menciptakan sepeda bambu setelah melihat pembuatannya di luar negeri. Jatinika menganggap bambu asli Indonesia lebih kuat dan tahan lama, akhirnya mulai berkreasi menciptakan sepeda. Langkah awalnya, bambu pilihan diawetkan secara tradisional. Ada sekitar 20 ramuan herbal yagn digunakan untuk merendam bambu selama 3 pekan. Sebelum akhirnya dibuat menjadi sebuah sepeda dalam kurun waktu sekitar sebulan. Jatnika pun menggandeng rekan-rekannya yang berlatar belakang tenaga ahli industri pesawat terbang untuk proses pembuatannya.

Sepeda-sepeda bambu buatan Jatnika telah terkenal di Dunia

Selain membuat rumah bambu, Jatnika Nanggamiharja juga membuat kerajinan bambu yang bermanfaat lainnya, seperti sepeda dari bambu. Banyaknya bahan baku bambu yang ada di Indonesia membuat ia terus mengoptimalkan tanaman bambu yang tumbuh di sekitarnya. “Tanaman propinsi di kita ini tetap bambu. Coba kita konsentrasikan ini. Kualitas bambunya dan bahannya, Indonesia tidak kalah. Saya hanya membuat sepeda dari bambu yang tidak bisa dikalahkan kualitas bahannya. Enggak ada, nomor satu didunia masalah kualitas bambunya. Frame nya itu, batangnya.”

Suyud, pembuat sepeda bambu asal Boyolali

Tidak banyak mengenal seorang Suyud, seorang pria yang tinggal di Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Ia adalah seorang pengrajin sepeda yang bukan sepeda biasa. Rangka sepeda hasil kerajinan tangan Suyud terbuat dari bambu. Sepeda buatan Suyud menggunakan bambu Cendani yang diambil dari daerah Sumbing. Ketekunan dan keseriusan Suyud ini membuat hasil karya nya sudah dikirim ke Singapura, Belgia dan juga Australia. Walaupun terlihat mudah, namun Suyud mengaku ia memiliki kendala untuk membuat rangka sepeda bambu ini. Tidak semua daerah di tanah air bisa ditanami bambu jenis cendani, sehingga bahan baku produksi menjadi terbatas. Suyud juga mengaku ia sulit mendapatkan tenaga kerja yang tepat. Hingga saat ini semua pesanan dikerjakannya seorang diri.

Anh Pham Minh Tri adalah pembuat sepeda bambu asal Vietnam

Tepat kantor ini yang berada di distrik 12, HCM City. Disana anda dapat menemukan bengkel sepeda berbahan bambu milik Anh Pham Minh Tri. Perancangan setiap sepeda sangat sederhana bersama 4 pekerja. Mereka setiap hari terus bekerja kerja guna membangun dan memasang setiap elemen yang telah diolah secara alami. Semua ini dilakukan untuk mencukupi jumlah permintaan dari berbagai pelanggan di Australia dan Eropa. Berbicara tentang ketertarikan awalnya dengan sepeda bambu, Mr Tri mengatakan setelah lulus dari universitas pada bidang otomotif di Vietnam, dia melanjutkan studi masternya tentang materi dan simulasi di Universitas Berlin. Jerman. Setelah melihat sepeda bambu pada sebuah pameran dan seminar ilmiah pada tahun 2009, dari situ mulailah ide-ide tentang kendaraan tradisional menyelimuti angan-angannya.